Jumat, 08 Juli 2011

POS-KUPANG.COM, LEWOLEBA --- Memasuki usia ke-65, jajaran Kepolisian Republik Indonesia (Polri), khususnya Polres Lembata, diminta untuk semakin dewasa dan profesional dalam menjalankan tugasnya menegakkan hukum, khususnya menuntaskan kasus-kasus korupsi yang terjadi di Kabupaten Lembata.

Ketua DPRD Lembata, Yohanes de Rosari, mengatakan itu saat acara syukuran HUT Polri ke-65 di Mapolres Lembata, Jumat (1/7/2011).
Dia mengatakan, di usianya yang ke-65 ini Polri harus meningkatkan profesionalisme, kinerja, peka terhadap masalah-masalah sosial yang terjadi di Kabupaten Lembata. Dia menilai kinerja Polres Lembata sudah baik. Kemitraan dengan masyarakat sudah terjalin baik dan perlu terus ditingkatkan, terutama dalam pengungkapan kasus-kasus korupsi dan kriminal lainnya.

“Saya menilai kinerja Polres Lembata di bawah kepemimpinan AKBP Martin Johannis, sudah baik, raportnya bagus dan perlu ditingkatkan. Masyarakat juga sangat berharap agar kasus-kasus yang telah dilaporkan ke Polres Lembata harus bisa disikapi, ditindaklanjuti dan dituntaskan. Usia yang ke-65 ini suatu usia yang sudah sangat matang. Polri harus berbenah diri, harus menunjukkan jati diri kepada publik di Lembata lewat kinerja mereka. Seluruh masyarakat juga diminta untuk turut membantu polisi dalam menjalankan tugasnya,” tegasnya.

Direktur Florata Corruption Watch (FCW), Petrus Bala Wukak, S.H mengharapkan agar polisi semakin dewasa, dekat dengan rakyat dan dicintai rakyat. “Ulang tahun Polri juga sebagai ajang refleksi sejauh mana kinerja Polres Lembata selama ini. Tentu sudah ada banyak pekerjaan yang sudah bagus tetapi harus terus berbenah dalam penegakan hukum terutama dalam kasus-kasus korupsi, tanpa melupakan kasus-kasus kriminal lainnya,” kata Bala Wukak.

Berkaitan dengan kasus-kasus yang belum ditindaklanjuti, demikian Bala Wukak, FCW pernah melaporkan kasus dugaan korupsi pembangunan pabrik es dan tangki BBM join bersama (jober) di kepolisian dan tentu publik perlu mengetahui perkembangan dari penyidikan polisi terhadap kasus itu.

“Untuk masalah pipanisasi di Lamalera, kita beri apresiasi kepada Polres Lembata di bawah kepemimpinan Kapolres Martin Johannis. Namun saya masih belum nyaman, apakah prosesnya hanya sampai di situ. Yang ditangkap saat ini kan yang krutuk-krutuk (orang kecil, Red), sementara yang besar belum tersentuh. Kita terus mendukung polisi untuk memberikan hasil terbaik. Kejahatan semakin canggih sehingga kita butuh polisi-polisi yang profesional,” tegasnya.

0 komentar:

Poskan Komentar

Sample Text

"Selamat Datang,Terima Kasih Atas Kujungan Anda"

Popular Posts

Text Widget



"Selamat Datang,Terima Kasih Atas Kujungan Anda"